STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Inovasi Menembus Batas Dunia - Menuju Institut Terkemuka di Madura

Artikel Terkini 23 Mar 2020
By MEDIA CENTER STAIM TARATE

Hukum Lahir Dari Filosofi Sebuah Bangsa

Hukum Lahir Dari Filosofi Sebuah Bangsa

Oleh: Nurul Alimi Sirrullah, S.H.I., M.H*

(Dosen Prodi HKI STAIM Tarate Sumenep)

 

Hukum adalah sesuatu yang tidak dapat terhindar dari segala aktifitas Sosial, Politik dan Budaya yang dapat mempengaruhi lahirnya hukum yang terdapat pada suatu bangsa. Dilihat dari aspek teori hukum terdapat aspek khusus terhadap lahirnya hukum, yaitu sumber Hukum Materil dan sumber Hukum Formil. Sumber hukum materil adalah sumber hukum yang menjadi pedoman dalam membuat peraturan atau kaidah hukum. Dan asal mula sumber hukum materil adalah dari pendapat masyarakat/ umum, kondisi sosial ekonomi, sejarah, sosiologi, hasil penelitian ilmiah, filsafat, tradisi, agama, moral, perkembangan internasional, geografis, politik hukum, dan lain lain. Dengan kata lain sumber hukum materil adalah pembentukan hukum dipengaruhi oleh faktor faktor masyarakat. Dan sumber hukum materil historis, sosiologis dan filosofis adalah merupakan pondasi etis terbentuknya hukum sebagai terapan dari jiwa bangsa.

Sumber hukum materil ini adalah sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap materi dari aturan aturan/ kaidah hukum, atau sebagai tempat dimana hukum materi itu diambil untuk membantu terbentuknya hukum. Faktor faktor tersebut adalah faktor idiil dan faktor kemasyarakatan.

Faktor idiil ini menjadi patokan patokan yang tetap dalam terciptanya sebuah keadilan yang harus ditaati oleh lembaga pembentuk Undang Undang ataupun para pembentuk hukum yang lain dalam melaksanakan tugasnya.

Faktor kemasyarakatan adalah segala hal yang hidup dan tumbuh dalam masyarakat dan tunduk pada aturan hukum yang berlaku sebagai petunjuk hidup masyarakat. Contohnya struktur ekonomi, kebiasaan, adat istiadat, dan lainnya. Faktor faktor kemasyarakatan yang mempengaruhi pembentukan hukum, yaitu:

  1. Strukturan ekonomi dan kebutuh kebutuhan masyarakat antara lain: kekayaan alam, susunan geologi, perkembangan perusahaan dan pembagian kerja.
  2. Kebiasaan yang telah membaku dalam masyarakat yang telah berkembang dan pada tingkat tertentu ditaati sebagai aturan tingkah laku yang tetap.
  3. Hukum yang berlaku.
  4. Tata hukum negara negara lain.
  5. Keyakinan tentang agama dan kesusilaan.
  6. Kesadaran hukum.

Friedrich Carl von Savigny, salah satu tokoh ajaran mazhab sejarah mengungkapkan “das Recht wird nicht gemacht, est ist und wird mit dem Volke” (hukum tidak dibuat, tapi tumbuh dan berkembang bersama masyarakat). Jadi mengacu terhadap pernyataan tersebut, seiring dengan perkembangannya zaman, sebuah aturan/ hukum pun harus mengalami perubahan. Friedrich Carl von Savigny pun menambahkan bahwa suatu hukum tidak bersifat Universal, karena setiap bangsa memiliki sebuah adat kebiasaan dan landasan filosofis tersendiri.

Sumber hukum formil merupakan sumber hukum dengan bentuk tertentu yang merupakan dasar berlakunya hukum secara formil, baik itu sebuah kebiasaan suatu negara Seperti, legislatif, eksekutif dan yudikatif yang telah diberi kewenangan secara delegasi oleh Konstitusi dalam suatu negara. Jadi sumber hukum formil merupakan dasar kekuatan yang mengikat terhadap peraturan peraturan agar ditaati oleh masyarakat maupun oleh pihak penegak hukum. Sumber hukum tersebut berkaitan dengan persoalan prosedur atau tata cara dalam membentuk/ membuat suatu aturan.

Sumber hukum dalam arti formil, terdiri atas:

  1. Undang undang (Statue)

Hukum dilihat diri bentuknya dibedakan menjadi:

  1. Hukum terulis, Undang undang merupakan salah satu contoh dari hukum tertulis.
  2. Hukum tidak tertulis, adat atau kebiasaan merupakan contoh dari hukum tidak tertulis.
  1. Kebiasaan (Custom)

Kebiasaan (Custom) adalah aturan yang tidak ditetapkan oleh pemerintah, tetapi menjadi pegangan atau ditaati oleh Masyarakat, karena mereka yakin bahwa aturan itu berlaku sebagai hukum. Namun kebiasaan agar memiliki kekuatan yang berlaku dan sekaligus bisa dijadikan sumber hukum, maka harus memenuhi syarat syarat sebagai berikut:

  1. Kebiasaan itu harus dilakukan berulangkali dan diakui oleh orang banyak/ umum.
  2. Harus menimbulkan keyakinan hukum dari orang orang/ golongan, dan memuat hal hal yang baik serta layak untuk diikuti/ ditaati.
  1. Traktat (Perjanjian Internasional)

Adalah Perjanjian yang dilakukan oleh dua Negara atau lebih.

  1. Putusan Hakim (Yurisprudensi)

Adalah keputusan Hakim terdahulu yang kemudian dijadikan pedoman oleh hakim hakim lain dalam memutuskan perkara yang sama.

  1. Doktrin Hukum

Adalah pendapat ahli atau sarjana hukumk yang terkenal namanya. Pendapat tersebut dijadikan dasar oleh hakim dalam menyelesaikan/ memutuskan suatu perkara.

 Indonesia merdeka pada tahun 1945, artinya sudah 75 tahun yang lalu indonesia terbebas dari penjajahan, namun belum mampu untuk membuat hukum yang sesuai dengan falsafah/ jati diri bangsa. Aturan hukum atau undang undang yang berlaku di Indonesia masih mengadopsi produk hukum Belanda yang dibuat pada saat Belanda menjajah. Undang undang No. 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang undangan dalam pasal 5 dan pasal 6 mengenai asas yang menegasikan bahwa perlu aturan yang dibentuk berdasarkan kebangsaan dan kebhinnekaan.

 

*Kaprodi HKI (Hukum Keluarga Islam)

    STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep

 

INFORMASI KAMPUS :

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Menuju Institut Terkemuka di Madura

Jalan Pesantren No 11
Tarate Pandian Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur - Indonesia
Telp : +62 878 - 7030 - 0328 / WA : +62 81 776 - 883 -730 / +62 823 - 3483 - 4806

Website : http://www.staimtarate.ac.id

E-mail 1 : official@staimtarate.ac.id 

E-mail 2 :  staimtarate.official@gmail.com

 

SOSIAL MEDIA

AGENDA KEGIATAN

AGENDA

LAUNCHING RUMAH JURNAL DAN WORKSH