STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Inovasi Menembus Batas Dunia - Menuju Institut Terkemuka di Madura

Artikel Terkini 23 Jun 2020
By MEDIA CENTER STAIM TARATE

Mentradisikan Senyum, Salam, Sapa dan Santun

Mentradisikan Senyum, Salam, Sapa dan Santun

Oleh: Dedi Eko Riyadi HS, M.Pd.I*

(Dosen Prodi PGMI STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep)

 

          Dunia pendidikan sejatinya adalah mencetak generasi muda menjadi generasi yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Ini semua tidaklah cukup hanya dengan trasnfer ilmu pengetahuan. Perlu dan penting ada pembiasaan sikap yang ditanamkan mulai sejak dini kepada anak didik. Beberapa kebiasaan yang penting untuk ditanamkan dan dicontohkon dari seorang pendidik adalah sebagaimana berikut:

        Pertama, senyum. Senyum adalah salah satu sikap yang mudah dilakukan tapi mulai hilang dalam kehidupan kita sehari-hari tatkala bertemu dengan orang lain. Senyum sering dilakukan pada orang yang akrab atau dengan orang yang mempunyai relasi tertentu. Senyum adalah perbuatan yang sepele kalau dilihat sepintas tapi memberikan energi luar biasa dalam jiwa manusia. Dengan senyum akan membuka ruang persahabatan, dengan senyum akan menghapus persoalan diantara kita, dengan senyum akan terlepas dari sifat kaku dalam pertemuan, dengan senyum saraf-safar kita akan lentur kembali, dan dengan senyum menjadi cerminan kepribadian kita. Dan senyum ini adalah salah satu yang tidak pernah terlepas dari diri Rasul Muhammad SAW dalam bertemu dengan para sahabat-sahabatnya tanpa tekecuali, sehingga dalam sabdanya nabi mengatakan bahwa “senyum adalah shodaqah”

            Berikut ini beberapa manfaat senyum bagi kesehatan (1). Senyum membuat seseorang lebih menarik. Secara tidak sadar senyum bisa membuat orang lebih menarik karena ada faktor daya tarik tertentu dan membuat seseorang terlihat lebih baik dibanding mengerutkan kening, cemberut, (2). Senyum bisa mengubah suasana hati, Tersenyum bisa mengelabui tubuh sehingga membantu seseorang mengubah suasana hatinya menjadi lebih baik. Untuk itu jika merasa sedih, cobalah untuk tersenyum, (3). Senyum bisa menular, Tersenyum tak hanya mengubah suasana hati orang tersebut tapi juga orang-orang disekitarnya, dan membuat hal-hal menjadi lebih bahagia. Ini karena senyum bisa menular dan membawa kebahagiaan bagi orang lain, (4) Senyum bisa meredakan stres, Orang yang stres bisa terlihat dari wajahnya, tapi dengan tersenyum bisa mencegah seseorang tampak letih dan lelah. Jika sedang stres, cobalah ambil waktu untuk tersenyum, karena bisa mengurangi stres sehingga lebih mampu mengambil tindakan, (5) Senyum meningkatkan sistem kekebalan tubuh, Tersenyum bisa membantu sistem kekebalan tubuh untuk bekerja lebih baik. Ketika seseorang tersenyum maka fungsi imun meningkat yang membuat seseorang merasa lebih rileks dan terhindar dari penyakit seperti flu dan pilek, (6) Senyum menurunkan tekanan darah, Ketika tersenyum maka ada penurunan nilai tekanan darah yang terukur. Cobalah mengukur tekanan darah saat duduk di rumah sambil membaca, lalu tersenyum selama 1 menit dan mengukur tekanan darah kembali, maka akan terlihat perbedaan, (7) Senyum bisa melepaskan endorfin, penghilang rasa sakit dan serotonin
Studi telah menunjukkan senyum bisa melepaskan endorfin, senyawa yang bisa mengurangi rasa sakit secara alami dan serotonin. Ketiganya bisa membuat orang merasa lebih baik dan menjadi obat yang alami, (8) Lipatan senyum di wajah bisa membuat orang terlihat lebih muda, Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum bisa membantu mengangkat wajah sehingga membuat orang tampak lebih muda. Karenanya cobalah lebih sering tersenyum yang membuat merasa lebih muda dan lebih baik (9) Tersenyum bisa membuat orang terlihat sukses, Orang yang tersenyum akan terlihat lebih percaya diri sehingga lebih dipromosikan, selain itu pasang senyum di setiap pertemuan akan memiliki reaksi yang berbeda, (10) Senyum bisa membantu orang tetap positif, Senyum akan membuat orang lebih positif dan mengurangi pikiran negatif. Dengan mengurangi depresi, stres dan khawatir maka kesehatan seseorang juga akan meningkat dan menghindarinya dari berbagai risiko penyakit.

            Dari beberapa penjelasan ini dapat dipahami bahwa senyum adalah sunnah Rasulullah yang sangat dianjurkan oleh nabi, selain itu senyum adalah salah satu perbuatan yang mempunyai manfaat luar biasa dalam diri kita dan bagi kesehatan kita.

            Senyum senantiasa selalu ada dan hendaknya menjadi tradisi diantara kita semua khususnya pendidik apakah itu guru, dosen, kepada anak didiknya dalam setiap kali bertemu tanpa pilah lilih dan tanpa mengenal waktu dan tempat, artinya senyum tidak hanya dilemparkan kepada orang-terdekat kita atau senyum tidak hanya dilakukan di area belajar seperti sekolah atau kempus. Senyum dilakukan kapan dan dimanapun saja kita berpapasan atau bertemu dengan orang lain khususya pendidik kepada anak didik. Senyum senantiasa tidak hanya dilakukan bagi orang yang kita kenal, kepada orang yang tidak dikenalpun senyum senantiasa terus menjadi tradisi dalam kehidupan kita.

            Kedua, Salam. Salam adalah salah satu ajaran islam yang menunjukkan cerminan dari pribadi yang sejati. Salam adalah ungkapan khas dari orang islam yang diajarkan dan diprakteekan oleh Rasulullah SAW dalam setiap bertemu dengan sesama muslim. Adapun ungkapan salam dalam islam adalah “Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh” yang artinya keselematan bagi kamu sekalian, barokah dan kasih sayang senantiasa selalu menyertaimu. Adapaun jawaban dari salam tersebut adalah “waalaikumusasalam warahmatullahi wabarokatuh” dengan arti yang sama dengan ungkapan salam tersebut. Mengucapkan salam kepada sesama hukumnya “sunnah” sedangkan menjawab salam hukumnya “wajib”.

            Ungkapan salam yang diajarkan ini dalam islam mempunyai arti dan filosofi yang sangat mendalam. Sesuai dengan nama agamanya yaitu “Islam” yang mempunyai arti pasrah, selamat, damai, aman, dan lain sebagainya. Dan ciri khas ungkapan “salam” yang diajarkan Nabi Muhammad SAW ini adalah menunjukkan bahwa islam adalah agama penuh berkah, agama penuh kesalamatan, agama penuh kedamaian, dan agama penuh dengan rasa aman. Oleh karena itu ketika kita sudah mengucapkan salam kepada sesama, khususnya ketika pendidik sudah mengucapkan salam kepada anak didiknya maka, diantra keduanya tertanam rasa aman dalam hatinya, tertanam rasa damai dalam hatinya, tertanam rasa  selamat dalam hatinya. Ketika salam sudah diungkapan, maka sirnalah semua kejahatan, sirnalah semua permusuhan, sirnalah semua ketidak nyamanan dalam hati masing-masing, hatinya selamat dari rasa dendam, hatinya selamat dari rasa iri, dengki dan semua sifat-sifat tercela.

Ketiga, Sapa. Tegur sapa adalah perbuatan yang tinggi dalam mengangkat derajat kepribadian seseorang, orang akan disukai oleh kawan, disenangi oleh sahabat bukan karena kayanya, bukan karena fisiknya baik itu cantik atau tampan, bukan karena kekuasaan yang dia puyai, bukan karena jabatan tinggi yang ia sandang, tapi karena akhlak mulia yang ia miliki dan ini bisa dilihat kebiasaannya melakukan tegur sapa dalam bertemu dengan orang lain.

            Pendidik senantiasa membiasakan tradisi tegur sapa dalam setiap bertemu dengan anak didiknya, baik itu di lingkungan sekolah atau kampus atau dimanapun bertemu dan berpapasan. Pendidik tidak hanya melakukan tegur sapa di dalam kelas saat mengajar, sangat tidak akan layak jika pendidik hanya melakukan tegur sapa di ruangan kelas akan tetapi di luar ketika bertemu sama sekali tidak saling menyapa. Karena membangun karakter, mencetak akhlak mulia dalam diri anak didik bukan dengan doktrin kata-kata, akan tetapi dengan sikap baik yang terus menerus dilakukan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

            Kempat, santun. Dalam bahasa indonesia dikenal dengan istilah saopan santu, dan bahasa arabnya adalah “Akhlakul karimah”. Akhlak yang mulia adalah hiasan pribadi muslim dan muslimah bagi semua umat manusia, sehingga baik tidak nya kepribadian seseorang ini bisa dilihat dari akhlaknya. Setinggi apapun jabatan seseorang, sehebat apapun karir seseorang, setingggi apapun ilmu seseorang, setampan dan secantik apapun seseorang, sekaya apapun seseorang kalau tidak  mempunyai akhlak yang baik, maka semua yang dia meliki akan menjadi tinta hitam yang melekat selamanya dalam hidupnya. Nabi Muhammad Saw bahkan semua nabi yang diutus oleh Allah dalam menyampaikan risalahnya, diantara tugas mulianya adalah memperbaiki akhlak yang baik. Sebagaimana sabda rasul “saya tidak diutus ke dunia ini kecuali hanya menyempurnakan akhlak”

Wallahua’lam

* Kepala LPM dan Pimred Jurnal Terateks  

STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep

INFORMASI KAMPUS :

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Menuju Institut Terkemuka di Madura

Jalan Pesantren No 11
Tarate Pandian Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur - Indonesia
Telp : +62 878 - 7030 - 0328 / WA : +62 81 776 - 883 -730 / +62 823 - 3483 - 4806

Website : http://www.staimtarate.ac.id

E-mail 1 : official@staimtarate.ac.id 

E-mail 2 :  staimtarate.official@gmail.com

 

SOSIAL MEDIA

 

 

 

AGENDA KEGIATAN

AGENDA

LAUNCHING RUMAH JURNAL DAN WORKSH