STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Inovasi Menembus Batas Dunia - Menuju Institut Terkemuka di Madura

Artikel Terkini 08 Sep 2020
By MEDIA CENTER STAIM TARATE

PENTINGNYA INTEGRITAS BAGI SEORANG PEMIMPIN

PENTINGNYA INTEGRITAS BAGI SEORANG PEMIMPIN

Oleh: Nurul Huda, S.E., M.M*

E-mail : nurul.huda.macintosh@gmail.com

(Dosen Prodi Ekonomi Syariah STAIM Tarate Sumenep)

 

Pemimpin adalah seseorang/individu yang diberi kepercayaan dan tanggungjawab untuk memimpin dan mengaplikasikan dasar manajemen dengan baik dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Nurul Huda, 2020). Pentingnya seorang pemimpin karena diharapkan untuk meningkatkan keamanan, kesejahteraan, dan kenyamanan bagi organisasi atau masyarakat yang dipimpinnya. Setiap individu memiliki kemampuan unik masing-masing dan merupakan suatu keistimewaan alami yang diberikan oleh Allah, yang secara tidak sadar dapat memberikan perubahan besar atau kemajuan pada masyarakatnya.

Ungkapan bahwa integritasmu adalah masa depanmu bagi seorang pemimpin adalah benar adanya karena seoarang pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang amanah. Pemimpin yang berintegritas selalu bertindak sesuai dengan apa yang diucapan, konsisten antara apa yang dipercayai dan apa yang dikerjakan, antara nilai hidup yang dianut dengan nilai hidup yang dijalankan, antara sikap dan tindakkan yang selalu selaras dalam setiap kebijakan. Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang professional, handal, matang, tanpa kompromi, menolak pengakuan untuk dirinya sendiri demi sebuah perubahan besar terhadap apa yang dipimpinnya. Di dalam menjalankan aktivitas pelayanan, pemimpin yang yang berintegritas fokus utamanya adalah untuk mencapai tujuan yang mulia karena dasar seorang pemimpin yang berintegritas adalah mengedepankan etika dan moral  dalam setiap kebijakannya.

Berbicara integritas kepemimpinan tentu saja berkaitan erat dengan professionalitas karena didalam ruang integritas itu sendiri kita akan melihat integritas yang teruji salah satu contoh adalah pegawai yang professional adalah pegawai yang memiliki integritas yang teruji dan handal, tidak suka menggunakan istilah aji mumpung dan memanfaatkan situasi dan kondisi atau kesempatan dalam kesempitan, apalagi kesempatan dalam tanda petik yang selalu bermakna negatif dalam pandangan masyarakat luas. Hal yang tidak mudah memang dalam menerapkannya. Godaan yang berupa ada peluang dan kesempatan untuk korupsi, hati kita dipaksa secara halus untuk menjadi bimbang. Sisi baik pada hati kita mengatakan secara halus pula  berbisik jangan lakukan itu tetapi sisi buruknya mengatakan tunggu apalagi dan ini adalah kesempatan emas untuk memperkaya diri. Mumpung ada kesempatan gunakan kemampuan itu sebab kalau tidak akan banyak orang lain akan menggunakan kesempatan tersebut. Memang pada dasarnya korupsi itu manis diawal-awalnya saja tetapi akan menjadi pahit banhkan sangat pahit di ujung-ujungnya karena dipastikan akan bertentangan dengan hati nurani kita.

Profesional artinya jika kita bisa mengkondisikan keadaan dan menahan diri tidak melakukan penyimpangan atau melangagar hukum meskipun kesempatan itu sangat terbuka lebar. Pegawai yang professional tidak akan berani dan mau menggunakan kesempatan dalam situasi apapun, apalagi mencuri-curi kesempatan. Integritas yang teruji dan handal merupakan modal dasar bagi kita untuk menjadi abdi masyarakat yang benar-benar berjiwa melayani. Kondisi saat ini, karakter yang demikian bisa dikatakan sangat langka atau bisa dibilang satu berbanding seribu, inilah kondisi atau fakta yang menyebabkan kenapa pemerintah kita dianggap kurang profesional karena betapa susahnya mencari aparatur sipil pemerintah yang benar-benar memiliki integritas yang teruji dan handal dibidangnya walaupun anggapan itu tidak semuanya benar seperti yang disebutkan diatas. Walaupun kesempatan sudah ditutup rapat rapat tetapi kalau dasarnya  bermental rendah, ada saja celah-celah untuk melakukan penyimpangan. Artinya bahwa nilai-nilai kejujuran yang tertanam dihatinya berarti menyampaikan kebenaran, dan ucapannya sesuai dengan kenyataan. Sedangkan  integritas itu sendiri membuktikan bahwa tindakannya sesuai dengan ucapannya. Seseorang/individu yang memiliki integritas dan kejujuran akan menunjukan ke-auntetikan dirinya sebagai individu yang bertanggung-jawab dan berdedikasi.

Banyak pendapat para ahli bawah kualitas kepribadian seseorang itu berbanding lurus dengan integritas dirinya. Dan dipastikan bahwa setiap individu yang memiliki integritas lebih menyukai proses yang benar untuk menghasilkan sesuatu yang benar. Hasil itu tidak menjustifikasi (menilai) proses dan proses itu tidak menjustifikasi hasil karena keduanya harus on the track atau berjalan dengan baik dan benar. Integritas akan membawa atau menjaga seseorang/individu supaya tidak keluar dari jalurnya yang sudah terorganisir saat ingin mencapai tujuan. Seorang pemimpin yang berintegritas, tidak akan mudah terpengaruh terhadap godaan korupsi atau memperkaya diri dengan menyalah-gunakan wewenang dan kekuasaannya. Karena pemimpin yang amanah sadar betul ketika setiap kali melanggar prinsip moral, maka akan tercipta keretakan kecil akan merusak dasar integritasnya. Dan setiap kali seorang pemimpin mengkompromikan integritas, maka dipastikan akan merusak diri sendiri karena integritas itu sendiri tidak akan mengkhianati atau menempatkan dirinya dalam posisi yang membahayakan. Integritas dipastikan akan memberikan ruang dan waktu untuk menjaga prioritas dirinya tetap pada track  yang benar. Ketika seorang pemimpin tergoda untuk mengambil jalan pintas, maka integritas itu sendiri akan membantu seorang pemimpin tetap pada arah yang benar. Begitu juga ketika orang lain mengkritik dirinya dengan kalimat  tidak adil, integritas membantu dirinya untuk terus berjalan dan memilih jalan yang benar dengan tidak membalas. Ketika kritik orang lain benar adanya, integritas akan membantu dirinya dengan ikhlas menerima apa yang mereka katakan, belajar darinya dan terus bertumbuh.

Karena integritas itu menjadi kunci utama kepemimpinan, maka dalam setiap membuat keputusan yang benar harus pada waktu yang benar dalam bersikap dan berperilaku, disitulah terletak pondasi atau dasar dalam membangun trust atau kepercayaan dan hubungan antara individu dalam organisasi. Integritas akan hadir dalam kepemimpinan, apabila seorang pemimpin mampu menggabungkan seluruh aspek atau potensi yang ada dalam dirinya menjadi satu kesatuan yang saling mendukung satu sama lainnya. Pemimpin yang memiliki integritas yang tinggi, tentunya memiliki kemampuan untuk mengelola ilmu manajemennya sehingga bertindak terhormat dan benar dalam setiap kebijakannya walaupun posisi atau kedudukan yang terhormat itu tidak selalu diikuti dengan perilaku yang benar. Sehingga pemimpin sering kali terjebak oleh posisinya dan memanfaatkan keadaan untuk hal-hal yang tidak terhormat. Hal ini menunjukkan ketidak konsekuenan dalam kepemimpinannya. Bila hal tersebut terus terjadi maka pemimpin tersebut tidak akan dapat bertahan lama dalam posisi dan kedudukannya. Konsistensi antara peran dan kedudukan sanagat penting dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin. Karena itu integritas seorang pemimpin adalah kunci utama yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin agar bisa membawa dampak dan pengaruh positif bagi orang lain, dan mampu menghasilkan karya yang berkualitas tinggi, prestasi luar biasa, serta produktifitas kinerja yang selalu melampaui target dengan harapan besar dapat memberikan perubahan besar atau kemajuan pada masyarakatnya. Demikian artikel singkat ini saya tulis, semoga menginspirasi kita semua. Aamiin…

 

*Kepala Pusat Data & Informasi

    STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep

 

INFORMASI KAMPUS :

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Menuju Institut Terkemuka di Madura

Jalan Pesantren No 11
Tarate Pandian Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur - Indonesia
Telp : +62 878 - 7030 - 0328 / WA : +62 81 776 - 883 -730 / +62 823 - 3483 - 4806

Website : http://www.staimtarate.ac.id

E-mail 1 : official@staimtarate.ac.id 

E-mail 2 :  staimtarate.official@gmail.com

 

SOSIAL MEDIA

AGENDA KEGIATAN

AGENDA

LAUNCHING RUMAH JURNAL DAN WORKSH