STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Inovasi Menembus Batas Dunia - Menuju Institut Terkemuka di Madura

Artikel Terkini 30 Jun 2020
By MEDIA CENTER STAIM TARATE

Persepsi Konsumen Terhadap Pembelian Produk

Persepsi Konsumen Terhadap Pembelian Produk

Oleh: Nurul Huda, S.E., M.M*

E-mail : nurul.huda.macintosh@gmail.com

(Dosen Prodi Ekonomi Syariah STAIM Tarate Sumenep)

 

Sebelum melakukan pembelian, dalam benak konsumen telah tergambar berbagai katagori jasa yang dibutuhkan. Sangat memungkinkan terjadinya perubahan pengambilan keputusan jika terdapat informasi yang lebih akurat, yang pada akhirnya akan mengakibatkan perubahan sikap terhadap pengguanan jasa tertentu. Pemasar atau pramuniaga perlu bekerja keras  untuk menyampaikan pesan-pesan mereka kepada konsumen atau pelanggan,  yang intinya untuk memberikan arah bagi konsumen dalam memperoleh  informasi yang diterima dan pada akhirnya akan mengambil keputusan untuk melakukan suatu  tindakan yang didasarkan pada informasi dari berbagai sumber untuk memperkecil resiko yang akan terjadi. Konsumen akan menggunakan jasa tersebut bila dalam diri konsumen sudah mempunyai persepsi terhadap suatu jasa tersebut akan memuaskan informasi.

Pengertian persepsi menurut Bayus dalam Kotler (1993) adalah persepsi seorang individu memilih, pengorganisasian dan menafsirkan masukakan-masukan informasi.

Pengertian persepsi menurut Toha (1995) adalah proses kognitif (pengamatan) yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungannya baik lewat penglihatan, penciuman, pendengaran, penghayatan dan pengamatan.

Dalam aktivitas sehari-hari, pada dasarnya konsumen akan berusaha untuk mengelompokkan informasi dan berbagai sumber sehingga diperoleh pemahaman secara lebih terperinci terhadap informasi yang diterima oleh panca indra.

Badan usaha dalam memasarkan produk hendaknya selalu dikaitkan dengan persepsi konsumen terhadap produk yang kita jual. Hal ini disebabkan karena adanya persepsi yang baik terhadap produk tersebut. Misalnya badan usaha pertokoan yang mempunyai perlengkapan barang (produk) dengan kualitas pelayanan yang maksimal, maka akan dipromosikan dari mulut ke mulut oleh pelanggan. Untuk itu sebaiknya badan usaha baik jasa, dagang maupun industri selalu menjaga citra badan usahanya agar persepsi masyarakat tetap baik. Persepsi menurut Sciffman dan Kanuk dalam Lovelock (1993) adalah : “ Process by and coherent of the word “. Artinya persepsi dapat di defenisikan sebagai proses umum seorang individu memilih, mengkoordinasi dan mengartikan rangsangan dari luar.

Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah proses kognitif (pengamatan) dalam penerimaan  rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan oleh panca indera yang kemudian dilakukan pemilihan, pengorganisasian, dan menafsirkan rangsangan yang diterima sampai rangsangan tersebut dimengerti.

Persepsi ini timbul karena adanya pengalaman yang pernah dirasakan individu sebelumnya. Pengalaman dapat diperoleh dari proses belajar. Hasil yang diperoleh dari pengalaman adalah adanya suatu pandangan tertentu terhadap produk atau penilaian tersebut dari jasa yang diberikan. Dalam keadaan yang sama persepsi seseorang terhadap suatu rangsangan dapat berbeda terhadap persepsi orang lain, karena tiap orang tidak sama kebutuhannya, nilai harapan dan kesukaannya. Pemasar perlu memperhatikan citra barang atau jasa yang dipasarkannya agar persepsi yang timbul dapat menjadi sumber informasi yang baik bagi masyarakat.

Perbedaan persepsi terhadap obyek-obyek rangsangan tiap orang disebabkan karena empat macam proses yang berkenaan dengan persepsi, yang menurut Swastha (1996) yaitu :

  1. Selective Exposure

Artinya bahwa persepsi konsumen dipengaruhi oleh pilihan dari apa yang didengarkan dan apa yang dibaca.

  1. Selective Attention

Artinya persepsi yang timbul karena adanya kesadaran yang tinggi terhadap dukungan informasi yang ada dan menghindari dari informasi yang berlawanan.

  1. Selective Comprehension

Artinya persepsi terpengaruh oleh adanya penafsiran informasi yang oleh karenanya harus konsekuen dengan kepercayaan dan sikapnya.

  1. Selective Retention

Artinya persepsi yang mempengaruhi seseorang mengingat pada informasi yang relevan pada keputusan atau sesuai dengan kepercayaan dan sikap yang ada.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi. Menurut Toha (1995) ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pemilihan persepsi. Adapun faktor tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Intensitas

Prinsipnya intensitas dari suatu perhatian bahwa semakin besar intensitas stimulus dari luar layaknya, semakin besar pula hal ini dapat dipahami.

  1. Ukuran

Bahwa semakin besar ukuran suatu obyek maka semakin mudah untuk dipahami atau dimengerti.

  1. Berlawanan

Stimulus yang berlawanan dengan latar belakangnya atau sekelilingnya.

  1. Pengulangan

Stimulus yang diulang akan memberikan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan stimulus yang sekali dilihat.

  1. Gerakan

Bahwa orang yang akan memberikan perhatian terhadap obyek yang bergerak dibandingkan dengan obyek diam.

  1. Baru dan Familiar

Bahwa baik stimulus yang baru atau maupun yang sudah dikenal dapat digerakkan sebagai penarik perhatian.

Demikian artikel singkat ini saya tulis, semoga memberikan manfaat.

 

*Kepala Pusat Data & Informasi

    STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep

 

INFORMASI KAMPUS :

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Menuju Institut Terkemuka di Madura

Jalan Pesantren No 11
Tarate Pandian Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur - Indonesia
Telp : +62 878 - 7030 - 0328 / WA : +62 81 776 - 883 -730 / +62 823 - 3483 - 4806

Website : http://www.staimtarate.ac.id

E-mail 1 : official@staimtarate.ac.id 

E-mail 2 :  staimtarate.official@gmail.com

 

SOSIAL MEDIA

AGENDA KEGIATAN

AGENDA

LAUNCHING RUMAH JURNAL DAN WORKSH