STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Inovasi Menembus Batas Dunia - Menuju Institut Terkemuka di Madura

Artikel Terkini 27 Feb 2020
By MEDIA CENTER STAIM TARATE

Belajar Pada Sifat Matahari

Belajar Pada Sifat Matahari

Oleh: Dedi Eko Riyadi HS, M.Pd.I*

(Dosen Prodi PGMI STAIM Tarate Sumenep)

 

Allah adalah tuhan semesta alam yang kekuasannya tiada yang menandingi sehingga dia disebut tuhan yang maha kuasa. Allah adalah tuhan yang maha bijaksana, dia juga tuhan yang maha kuasa yang tidak menciptakan alam dan isinya ini dengan sia sia. Namun tidak semua manusia dapat memahami akan ciptaannya sehingga mereka tidak dapat mengambil pelajaran dari segala ciptaannya. Maka sangatlah benar Allah selalu menyinggung dalam Al-qur’an yang berbunyi “Apakah kamu tidak berakal”, “Apakah kamu tidak berfikir”, Apakah kamu tidak merenung (merenung akan ciptaannya)”. Hanya  orang orang yang menggunakan akallah dan selalu berfikir serta selalu merenung, dia yang dapat memahami akan ciptaan Allah ini sehingga dapat mengambil hikmah atau ibroh atau pelajaran dari apa yang Allah ciptakan.

Allah menciptakan manusia adalah paling baiknya bentuk. Dan Allah memberikan keutamaan kepada manusia ketimbang dari makhluk yang lain, dalam bahasa al-Qur’an “wafaddhalna ala kasirimmin khalqik” “dan saya berikan keutamaan kepada manusia dari kebanyakan ciptaanku. Dari potongan ayat ini  dapat dipahami bahwa Allah menjadikan manusia lebih utama dari malaikat, Allah menciptakan manusia lebih utama dari jin, Allah menciptakan manusia lebih utama dari hewan dan semua makhluk Allah lainnya. Ini merupakan karunia yang Allah berikan kepada manusia dan patut  syukuri.

Bukan tidak ada alasan Allah menciptakan manusia melebihi dari makhluk nya yang lain, Allah menciptakan manusia melebihi dari makhluknya yang lain tidak lain adalah karena Allah melengkapi manusia denga akal dan hati. Dan dengan akal dan hati inilah, manusia menjadi sempurna dan mendapatkan predikat manusia kamil yaitu sempurna dan melebihi dari mahkluknya yang lain. dengan akal dan hati inilah Allah kemudian memberikan kewajiban kewajiban kepada manusia. Dan dengan akal inipula manusia hendaknya timbul kesadaran yang mendalam untuk selalu berfikir akan ciptaan Allah yang maha dahsat dan akan menghantarkan dirinya mengenal keagungan Allah SWT. Dengan hati inilah manusia dapat menyelami akan keagungan tuhan serta dapat menjadikan dirinya menjadi orang yang Tawadu’ dan Tadharru’.

Dengan akal ini pula, manusia dituntut selalu bertafakkur dan merenung akan ciptaan Allah, sehingga dapat dengan sadar terpatri dalam dirinya akan kebesaran Allah. Dan dengan berfikir ini manusia dapat mengambil ibroh atau pelajaran dari ciptaannya. Penulis dalam tulisan yang sangat sederhana ini akan mencoba merenung dan memikirkan dua ciptaan tuhan yaitu beredarnya matahari.   

Matahari adalah salah satu ciptaan Allah yang sangat luar biasa sehingga semua manusia menamakannya sebagai salah satu sumber energi atau sumber kehidupa. Dikatakan sumber energi atau sumber kehidupan karena bisa dipastikan semua unsur kehidupan di muka bumi ini sangat tergantung kepada cahaya matahari ini. Manusia tidak bisa hidup tanpa sinar matahari, hewan tidak bisa hidup tanpa sinar matahari, bahkan tumbuhan tidak bisa hidup tanpa sinar matahari. Dari inilah manusia sebagai mahkluk yang sangat istimewa hidup dimuka tidak terlepas dari manusia yang lain. Manusia hidup bersosial antara satu sama lain, oleh karena dalam hidup bermasyarakat, selayaknya kita sebagai manusia memberikan energi positif kepada manusia yang lain. memberikan banyak manfaat kepada manusia yang lain sehingga sesuai dengan sabda nabi “Khairunnas Anfa’uhum Linnas” paling baiknya manusia adalah mereka yang bisa memberikan manfaat kepada manusia.

Selain itu salah satu sifat matahari adalah bergerak dengan tenang. Bergerak yang dimaksud oleh penulis adalah sesuai penglihatan manusia kepada matahari walau ada ilmu pengetahuan yang mengatakan bahwa ‘bumi yang mengitari matahari’. Tapi penulis mengambil pemahaman dan pengalaman nyata dari manusia. Hal yang tampak dan nyata dalam penglihatan manusia adalah matahari yang bergerak dengan tenang. Pelajaran yang paling berharga bagi manusia dalam menjalani berbagai aktifitas kehidupan yang berbeda beda ini haruslah disikapi dengan dua hal yaitu bergerak dan tenang. Manusia tidak bisa hidup hanya berdiam diri. Manusia harus beraktifitas sesuai dengan jalan yang benar. Allah selalu menyinggung dalam alqura’an dengan berfirman diawal ayat “ya ayyuhalladzina amanu wa amilushhalihaat” artinya “wahai orang orang yang beriman dan beramal baiklah kalian”. Yang perlu digaris bawahi disini adalah beriman dan beramal sholih. Suatu penekanan atau saran yang tidak boleh berhenti dilakukan manusia selagi hidup adalah beriman dan bermal sholih atau bergerak dalam melakukan berbagai aktifitas. Dalam bergerak atau melakukan amal sholih manusia haruslah tenang. Tidak terburu buru. Karena salah satu sifat setan adalah terburu buru. Tenang bukan berarti lambat tapi tenang adalah sikap kehati hatian dan penuh kebijaksanan serta istiqomah. Tenang juga diartikan tidak panik, tidak merasa diburu oleh waktu dan tidak merasa hawatir akan apapun yang dijalani dalam kehidupan di dunia ini. Maka apabila ini sudah menjiwa dalam diri kita maka kehidupan yang tayyibah akan kita raih.

* Kepala LPM STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep

Kamis, 27 Februari 2020

             

INFORMASI KAMPUS :

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Menuju Institut Terkemuka di Madura

Jalan Pesantren No 11
Tarate Pandian Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur - Indonesia
Telp : +62 878 - 7030 - 0328 / WA : +62 81 776 - 883 -730 / +62 823 - 3483 - 4806

Website : http://www.staimtarate.ac.id

E-mail 1 : official@staimtarate.ac.id 

E-mail 2 :  staimtarate.official@gmail.com

 

SOSIAL MEDIA

AGENDA KEGIATAN

AGENDA

LAUNCHING RUMAH JURNAL DAN WORKSH