STAIM TARATE SUMENEP - Komitmen penguatan sumber daya manusia Nahdlatul Ulama (NU) terus ditunjukkan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum Tarate Pandian, Kabupaten Sumenep. Kampus berbasis pesantren ini menyiapkan 100 kuota beasiswa Program Sarjana (S1) khusus bagi kader muda NU se-Kabupaten Sumenep sebagai langkah strategis memperkuat kaderisasi intelektual NU melalui jalur pendidikan tinggi.
Program beasiswa tersebut diserahkan secara simbolis dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-VII Program Sarjana (S1) STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep yang digelar di Bupatie Hall Sumenep, Jumat, 7 Februari 2026. Langkah ini menegaskan bahwa STAI Miftahul Ulum tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga menjadi bagian integral dari ekosistem kaderisasi NU yang berorientasi pada keilmuan, moralitas, dan pengabdian sosial.
Pihak kampus menilai penguatan kader muda NU berbasis keilmuan merupakan kebutuhan strategis di tengah dinamika dan kompleksitas tantangan zaman, mulai dari krisis moral, disrupsi teknologi, hingga tantangan sosial kemasyarakatan.
Wisuda ke-VII STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep mengusung tema “Meneguhkan Peran Cendekiawan Muslim sebagai Pilar Peradaban Dunia”. Tema tersebut merefleksikan posisi strategis kaum intelektual Muslim dalam merespons tantangan global melalui pendekatan keilmuan yang berpijak pada nilai moral, spiritualitas, dan kearifan Islam.
Dalam sambutannya, Ketua STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep, Mohammad Sholeh, menyampaikan penghormatan kepada para alim ulama, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Usymuni Drs. KH. Abdullah Kholil, M.Hum., jajaran PCNU Sumenep, Bupati Sumenep, pimpinan perguruan tinggi se-Kabupaten Sumenep, serta seluruh civitas akademika dan wisudawan.
Ia menegaskan bahwa prosesi wisuda bukanlah titik akhir perjalanan intelektual, melainkan awal pengabdian sosial dan tanggung jawab keilmuan.
“Ilmu adalah amanah. Ia tidak cukup dipertanggungjawabkan secara akademik, tetapi juga harus dijalankan dengan tanggung jawab moral dan sosial,” tegasnya.
Mohammad Sholeh mengingatkan bahwa sejarah peradaban dunia telah mencatat peran besar cendekiawan Muslim yang mampu mengintegrasikan iman, ilmu pengetahuan, dan akhlak mulia. Menurutnya, krisis global yang melanda dunia saat ini—mulai dari krisis moral, sosial, hingga kemanusiaan—menuntut kehadiran intelektual Muslim yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berempati.
“Dunia membutuhkan cendekiawan Muslim yang bertakwa, berintegritas, dan mampu menjadi problem solver bagi persoalan umat dan bangsa,” ujarnya.
Ia pun mendorong para lulusan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat dan menjadikan ilmu sebagai sarana menebar kemaslahatan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Bupati Sumenep dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Usymuni, pimpinan STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep, serta Senat STAI atas kontribusinya dalam mencetak generasi muda yang religius, berilmu, dan berakhlak.
“Pendidikan tinggi yang mampu memadukan nilai keislaman dan kebangsaan seperti ini merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat Sumenep yang cerdas, berkarakter, dan bermartabat,” ujarnya.
Pada sesi Orasi Ilmiah, Prof. Dr. Hj. Sriwarjiati, M.H., mengulas tantangan dunia pendidikan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, kemajuan AI menghadirkan kemudahan sekaligus ancaman, mulai dari pergeseran peran manusia, potensi disinformasi, hingga krisis kepercayaan publik.
Ia menegaskan bahwa tantangan tersebut hanya dapat dihadapi dengan memperkuat empat pilar keunggulan, yakni intellectual excellence, moral excellence (integritas dan kejujuran), social excellence, serta spiritual excellence sebagai fondasi keteguhan iman.
“Tanpa fondasi moral dan spiritual, kemajuan teknologi justru berpotensi menjauhkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaan,” tandasnya.
Pada wisuda ke-VII ini, STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep juga memberikan apresiasi kepada lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Lulusan terbaik Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) diraih Maulidiyah Jazmin Jamilah dengan IPK 3,68, masa tempuh 3,5 tahun, asal Ketahun, Bengkulu Utara, putri dari Bapak Komaruddin Nasir dan Ibu Suryani.
Lulusan terbaik Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) diraih Lidia Anis Kurlillah dengan IPK 3,72, masa tempuh 3,5 tahun, asal Nyabakan Barat, Batang-Batang, putri dari Bapak Abd. Rahman dan Ibu Sakimah.
Sementara lulusan terbaik Program Studi Ekonomi Syariah (ES) diraih Mohammad Salman Farid dengan IPK 3,72, masa tempuh 4 tahun, asal Payudan Karangsokon, Kecamatan Guluk-Guluk, putra dari Bapak (Alm.) M. Tasu/Halili dan Ibu Jupriyah.
Melalui program beasiswa dan komitmen penguatan kaderisasi NU ini, STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep berharap terus melahirkan cendekiawan Muslim yang berilmu, berakhlak, dan berperan aktif dalam pembangunan peradaban, sekaligus memperkuat khidmah NU di tengah masyarakat. dan Ke depan, STAIM Tarate Sumenep akan terus berupaya melakukan inovasi dan pengembangan program agar mampu menciptakan lulusan terbaik, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global. /nh
HUBUNGI KAMI
STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Menuju Institut Terkemuka di Madura
Jalan Pesantren No 11
Tarate Pandian Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur - Indonesia
Telp : +62 819-9755-5519
Website : http://www.staimtarate.ac.id
E-mail : staimtarate.official@gmail.com
SOSIAL MEDIA
Maaf Belum Tersedia
Maaf Belum Tersedia